Definisi Belajar

Belajar dan mengajar merupakan dua konsep yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain, belajar menunjuk pada apa yang harus dilakukan seseorang sebagai subjek yang menerima pelajaran ( sasaran didik ), sedangkan mengajar menunjuk pada apa yang harus dilakukan oleh guru sebagai pengajar. Dua konsep tersebut menjadi terpadu dalam satu kegiatan manakala terjadi interaksi guru dan siswa.

Belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang, perubahan sebagai hasil proses belajar dapat ditunjukkan dalam berbagai bentuk seperti berubah pengetahuannya, pemahamannya, sikap dan tingkah lakunya, keterampilannya, kecakapan dan kemampuannya, daya reaksinya, daya penerimaannya dan lain-lain aspek yang ada pada individu.
Oleh sebab itu belajar adalah proses yang aktif, belajar adalah proses mereaksi terhadap semua situasi yang ada disekitar individu. Belajar adalah proses yang diarahkan kepada tujuan , proses berbuat melalui berbagai pengalaman, proses melihat, mengamati, memahami sesuatu. Inilah hakikat belajar sebagai inti proses pengajaran.( DR.Nana Sudjana, 1998 : 28 )

Teori Belajar

  • Teori Belajar asosiasi.
    Penelitian tentang belajar secara lebih cermat pada umumnya baru dimulai pada awal abad ke duapuluh. Hermann Ebbinghaus ( 1913 ) dan Bryan and Harter meletakkan dasar-dasar eksperimen tentang belajar.
    Teori asosiasi mulai di populerkan oleh Edward Lee Thorndike berdasarkan penelitian dilakukan pada tahun 1913. Hasil penelitian Thorndike terutama sekali menekankan pentingnya faktor kesiapan ( readiness ), latihan ( exercise ) dan pada hasil yang menyenangkan ( good effect ) dalam belajar.
    Ivan P Pavlov ( 1927 ) melakukan penelitian lebih jauh tentang teori asosiasi.Teori Pavlov dikenal dengan classical conditioning diantara pendukung teori ini terdapat tokoh John B Watson yang memandang bahwa belajar pada dasarnya adalah pembentukkan respon bersayarat berdasarkan pada sistem urat saraf.
  • Teori Belajar Gestalt.
    Pandangan para ahli psikologi gestalt tentang belajar berbeda dengan ahli psikologi asosiasi. Psikologi gestalt memandang bahwa belajar terjadi bila diperoleh insight ( pemahaman ), insight timbul secara tiba-tiba, bila individu telah dapat melihat hubungan antara unsur-unsur dalam situasi problematis, dapat pula dikatakan bahwa insight timbul pada saat individu dapat memahami struktur yang semula merupakan suatu masalah. Dengan kata lain insight adalah semacam reorganisasi pengalaman yang terjadi secara tiba-tiba, seperti ketika seseorang menemukan ide baru atau menemukan pemecahan suatu masalah. ( Drs. H. Muhammad Ali 1987 : 15 )

Tipe- tipe belajar

Tipe belajar dikemukakan oleh Robert M Gagne pada hakikatnya merupakan prinsip umum baik dalam belajar maupun mengajar.

  1. Belajar Isyarat ( Signal Learning )
    Belajar isyarat mirip dengan conditioned respons atau respons bersyarat. Seperti menutup mulut dengan telunjuk, isyarat mengambil sikap tak bicara. Lambaian tangan isyarat untuk datang mendekat.Bentuk belajar semacam ini biasanya bersifat tidak disadari dalam arti respon diberikan secara tidak sadar.
  2. Belajar Stimulus – Respons ( Stimulus resppons learning)
    Berbeda dengan belajar isyarat, respons berfifat umun, kabur, emosional. Pada stimulus respons, respon bersifat spesifik. 2 x 3 = 6 adalah bentuk suatu hubungan stimulus respons. Mencium bau masakan sedap keluar air liur itupun ikatan stimulus rspons. Jadi belajar stimulus respons sama dengan teori asosiasi.
  3. Belajar Rangkaian ( Chaining )
    Rangkaian atau rantai dalam chaining adalah semacam rangkaian antara berbagai stimulus respons yang bersifat segera. Hal ini terjadi dalam rangkaian motorik: seperti gerakan dalam mengikat sepatu, makan, minum, merokok, atau gerakan verbal seperti selamat tinggal, bapak ibu.
  4. Asosiasi Verbal (Verbal Asosiation )
    Suatu kalimat “ pyramid itu berbangun limas” adalah contoh asosiasi verbal. Seseorang dapat mengatakan bahwa pyramid berbangun limas kalau ia mengetahui berbagai bangun, seperti balok, kubus, kerucut. Hubungan atau asosiasi verbal terbentuk bila unsur-unsurnya terdapat dalam urutan tertentu, yang satu mengikuti yang lain.
  5. Belajar Diskriminasi ( Discrimination Learning )
    Tipe belajar ini adalah perbedaan terhadap berbagai rangkaian, seprti membedakan bentuk wajah, binatang atau tumbuh-tumbuhan.
  6. Belajar Konsep ( Concept Learning )
    Konsep merupakan simbol berfikir,hal ini diperoleh dari hasil membuat tafsiran terhadap fakta atau realita, dan hubungan antara berbagai fakta. Dengan konsep dapat digolongkan binatang bertulang belakang menurut ciri-ciri khusus ( kelas ), seperti kelas mamalia, reptilia, ampibia, burung dan ikan. Dapat pula digolongkan manusia berdasarkan ras ( warna kulit ) atau kebangsaan, suku bangsa atau hubungan keluarga. Kemampuan membentuk konsep ini terjadi bila orang dapat melakukan diskriminasi.
  7. Belajar Aturan ( Rule Learning )
    Hukum dalil atau rumus adalah rule ( aturan ). Tipe belajar ini banyak terdapat dalam semua pelajaran di sekolah, seperti: benda memuai bila dipanaskan, besar sudut dalam sebuah segitiga sama dengan 180˚. Belajar aturan ternyata mirip dengan rangkaian verbal, terutama bila aturan itu tidak diketahui artinya, oleh sebab itu setiap dalil atau rumus yang dipelajari harus dipahami artinya.
  8. Belajar Pemecahan Masalah ( Problem Solving )
    Memecahkan masalah adalah biasa dalam kehidupan, ini merupaka pemikiran. Upaya pemecahan masalah dilakukan dengan menghubungkan berbagai aturan yang relevan dengan masalah itu. Dalam memecahkan masalah diperlukan waktu, kadang singkat kadang lama. Juga seringkali harus dilalui berbagai langkah, seperti mengenal tiap unsur dalam masalah itu, mencari hubungannya dalam aturan tertentu. Dalam segala langkah diperlukan pemikiran. Tampaknya pemecahan masalah terjadi dengan tiba-tiba. Kesanggupan dalam memecahkan masalah memperbesar kemampuan untuk memecahkan masalah-masalah lain. ( Drs. H. Muhammad Ali 1987 : 25 )

Source :
DR. Nana Sudjana, 1998, Dasar –Dasar Proses Belajar Mengajar
Drs. H. Muhammad Ali, 1987, Guru dalam Proses Belajar Mengajar

Comments
11 Responses to “Definisi Belajar”
  1. aulia says:

    bagaimana cara kita memdapatkan ilmu??

  2. rochmat koswara says:

    Terima kasih sangat bermanfaat dan membantu Jazakallohu khoiron katsiro

Silakan tinggalkan komentar Sobat disini. Terima kasih...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: